Sejarah dan Perkembangan Nasionalisme

Nasionalisme muncul dan berkembang menjadi sebuah paham (isme) yang dijadikan sebagai landasan hidup bernegara, bermasyarakat dan berbudaya dipengaruhi oleh kondisi histori dan dinamika sosio kultural yang ada di masing-masing negara. Pada mulanya unsur-unsur pokok nasionalisme itu terdiri atas persamaan-persamaan darah (keturunan), suku bangsa, daerah tempat tinggal, kepercayaan agama, bahasa dan kebudayaan . Nasionalisme akan muncul ketika suatu kelompok suku yang hidup di suatu wilayah tertentu dan masih bersifat primordial berhadapan dengan manusia-manusia yang berasal dari luar wilayah kehidupan mereka

Gangguan Kepribadian Anankastik (Obsesif Kompulsif)

Terhambat dalam kemampuan menyatakan perasaan hangat dan lembut. Berperilaku perfeksionistik, yaitu mengejar kesempurnaan dalam melakukan tugas dan pekerjaan. Sikap mereka ragu-ragu, tidak tegas. Hubungan sehari-hari bercorak konvensional, resmi dan serius. Orang semacam ini selalu menolak melaksanakan kewajiban karena ia ragu-ragu atau takut disalahkan apabila hasil yang dicapai ternyata kurang baik. Kekakuan dan kekeras kepalaan, preokupasi Read more

Osteoarthritis

Osteoarthritis (OA) adalah penyakit degenerative, yang berarti terjadinya kerusakan pada jaringan tulang khususnya kartilago yang disebabkan karena factor usia. Pasien OA biasanya mengeluh nyeri apada waktu melakukan aktivitas tertentu yang memberikan beban pada sendi yang terkena. Pada derajat yang lebi berat nyeri dirasakan terus menerus sehingga sangat mengganggu mobilitas pasien. Berdasarkan Patogenesisnya atau cara penyakit Read more

Neuromusclar Disorder – Myasthenia Gravis

Myasthenia gravis adalah gangguan neuromuskuler. Gangguan neuromuskuler melibatkan otot dan saraf yang mengendalikan tubuh kita. PENYEBAB,KEJADIAN,DAN FAKTOR RESIKO Miastenia gravis adalah jenis gangguan autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat. Pada orang dengan myasthemia gravis, tubuh memproduksi antibodi yang menghambat sel-sel otot dari menerima pesan (neurotransmitter) dari sel saraf. Read more