Variasi Ginjal Pada Hewan

Hewan Vertebrata merupakan hewan yang relatif maju sistem organ di tubuhnya baik sistem reproduklsi , Respirasi , Koordinasi maupun Ekskresi . Berikut akan diuraikan sistem ekskresi khususnya Ginjal yang membentuk urine dengan mencuci darah dari hasil sisa metabolisme Vertebrata memiliki ginjal seperti manusia, tetapi terdapat beberapa perbedaan dalam struktur dan fungsinya. Perbedaan-perbedaan ini dapat dihubungkan dengan lingkungan hidup hewan tersebut.

FUNGSI – GUNANE

PERAN DARAH. Fungsi darah dalam tubuh manusia yaitu : mengangkut zat makanan serta mengangkut zat metabolisme juga, mengedarkan hormon kedalam seluruh lapisan tubuh manusia menjaga suhu tubuh agar tetap stabil, melakukan pembekuan darah yang mana tu kan diperlukan, membunuh kuman-kuman penyakit penyebab terjadinya infeksi. PERAN HATI 1. Fungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat Pembentukan, perubahan dan Read more

Diet Dan Olahraga Bagi Penderita Diabetes.

Diabetes bukan penyakit baru. Sejak 1552 SM penyakit yang ditandai dengan seringnya buang air kecil dalam jumlah banyak serta penurunan berat badan yang drastis ini, sudah dikenal dan disebut dengan istilah Poliuria. Tahun 400 SM, seorang penulis India Sushratha menamainya “penyakit kencing madu”. Nama diabetes mellitus (diabetes = mengalir terus, mellitus = manis) akhirnya diberikan Read more

Manfaat Kesehatan Dengan Rajin Makan Tahu

Tahu juga merupakan sumber protein murah yang bermanfaat bagi kesehatan Kandungan protein yang tinggi pada tahu, membuatnya dapat menjauhkan segala macam penyakit berbahaya. Tahu dibuat dengan mengentalkan sari kedelai menggunakan garam mineral (biasanya kalsium sulfat)

Diagnosis dan Penatalaksanaan pada Relapsing Fever

Relapsing Fever adalah infeksi yang disebabkan oleh beberapa bakteri dalam genus Borrelia . Ini adalah penyakit yang ditularkan melalui vektor yang ditularkan melalui kutu atau bertubuh gigitan kutu-lembut. Dasar Kelainan : endotoksin borrelia merusak organ-organ (limpa, hepar, tubulus ginjal, alveoli paru dan serebrum) dengan menyebabkan DIC (pembekuan dalam pembuluh darah menyeluruh) dan aktivasi sistem komplemen yang mengganggu hemodinamik selama terjadi reaksi Jarisch-Herxheimer post terapi