Gangguan Kepribadian Anankastik (Obsesif Kompulsif)

Terhambat dalam kemampuan menyatakan perasaan hangat dan lembut. Berperilaku perfeksionistik, yaitu mengejar kesempurnaan dalam melakukan tugas dan pekerjaan. Sikap mereka ragu-ragu, tidak tegas. Hubungan sehari-hari bercorak konvensional, resmi dan serius. Orang semacam ini selalu menolak melaksanakan kewajiban karena ia ragu-ragu atau takut disalahkan apabila hasil yang dicapai ternyata kurang baik. Kekakuan dan kekeras kepalaan, preokupasi terhadap hal-hal detail (patuh terhadap jadwal, aturan maupun perintah secara berlebih).
Terlalu menitikberatkan konformitas dan kepatuhan terhadap standar moralitas. Orang-orang dalam kelompok ini bersifat kaku, tidak fleksibel, selalu menekankan kewajiban dan disiplin, sukar bersantai. Perfeksionisme, kaku, pemalu, dan pengawasan diri yang tinggi.
Kriteria Diagnostik
Pola pervasif preokupasi dengan urutan, perfeksionisme, dan pengendalian mental dan interpersonal, dengan mengorbankan fleksibilitas, keterbukaan, dan efisiensi, dimulai pada masa dewasa awal dan tampak dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan oleh empat (atau lebih) berikut :
  1. Terpreokupasi dengan perincian, aturan, daftar, urutan, susunan atau jadwal sampai tingkat dimana aktivitas usama hilang
  2. Menunjukkan perfeksionisme yang mengganggu penyelesaian tugas (misalnya, tidak mampu menyelesaikan suatu proyek karena tidak memenuhi standarnya sendiri yang terlalu ketat
  3. Secara berlebihan setia kepada pekerjaan dan produktivitas sampai mengabaikan aktivitas waktu luang dan persahabatan (tdak disebabkan oleh kebutuhan ekonomi yang besar)
  4. Terlalu berhati-hati, teliti, dan tidak fleksibel tentang masalah moralitas, etika atau nilai-nilai (tidak disebabkan oleh identifikasi kultural atau religius).
  5. Tidak mampu membuang benda-benda yang usang atau tidak berguna walaupun tidak memiliki nilai sentimental
  6. Enggan untuk mendelegasikan tugas atau untuk bekerja dengan orang lain kecuali mereka tunduk dengan tepat caranya mengerjakan hal
  7. Memiliki gaya belanja yang kikir baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain; uang dipandang sebagai sesuatu yang harus ditimbun untuk bencana dimasa depan
  8. Menunjukkan kekauan dan keras kepala.
Diagnosis Banding
Jika ditemukan obsesi atau kompulsi yang rekuren, gangguan obsesif-kompulsif harus ditulis dalam  Aksis I. Kemungkinan pembedaan yang paling sukar adalah antara pasien rawat jalan dengan sifat obsesif-kompulsif dan pasien dengan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif. Diagnosis gangguan kepribadian bermakna dalam efektivitas pekerjaana tau sosialnya. Pada beberapa kasus, gangguan delusional terjadi bersama-sama dengan gangguan kepribadian dan harus dicatat.
Terapi
1.      Psikoterapi
individu ini sama sekali tidak mersa sakit, abnormal atau menyimpang. Ia tidak dapat dibawa berobat ke dokter oleh orang-orang di lingkungan yang menderita karenanya, juga karena perilakunya sering berguna dalam masyarakat atau pekerjaan. Bila penderita mengalami gangguan badaniah atau ganguan psikiatrik yang lain sehingga ia mengunjungi seorang dokter, maka hubungan penderita-dokter ini dapat dijadikan hubungan yang dependen pada dokter dalam jangka panjang. Dan dengan nasehat serta efek obat apa saja maka paling sedikit keadaannya dan akibat pada lingkunganya dapat dicegah jangan sampai bertambah buruk.
2.      Farmakoterapi
Clonazepam (Klonopin) adalah suatu benzodiazepine dengan antikonvulsan; pemakaian obat ini telah menurunkan gejala pada pasien dengan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif parah. aPakah obat ini digunaka pada gangguan kepribadian adalah tidak diketahui. Clomipramine (Anafranil) dan obat serotonergik tertentu seperti fluoxetine mungkin berguna jika tanda dan gejala obsesif-kompulsif timbul.

By. Abdul Halim Harahap S.Ked
07171094

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *