Gangguan Kepribadian Skizoid

Terdapat pola perilaku yang bersifat pervasive berupa pelepasan diri dari hubungan social disertai kemampuan ekspresi emosi yang terbatas dalam hubungan interpersonal, berawal sejak usia dewasa muda dan nyata dalam berbagai konteks. Mereka seringkali tertarik pada pemikiran dan perasaan mereka sendiri dan takut berhubungan secara intim dan dekat dengan orang lain. Mereka bicara sedikit, sering melamun, dan lebih suka membicarakan teori ketimbang melakukan aksi.
Penderita dengan kelainan skizoid secara emosional dingin serta acuh tak acuh. Tidak menghiraukan dan tidak mengacuhkan pujian, kritikan atau perasaan orang lain. Sukar melampiaskan kemarahannya dan sering kelihatan melamun. Mereka kurang dapat menikmati kesenangan dalam melakukan aktivitas, emosinya dingin. Ada kesulitan dalam berpacaran oleh karenanya jarang menuju jenjang perkawinan.
Malu-malu, hypersensitif, menyendiri, menghindarkan hubungan rapat dan kompetitif dan sering sekali eksentrik. Sering melamun dan tidak dapat menyatakan perasaan marah. Terhadap pengalaman-pengalaman yang menggangu dirinya biasanya dia beraksi tidak perduli
Epidemiologi
Gangguan mungkin mengenai 7,5 persen poplasi umum. Dan berdasar laporan rasio antara laki-laki terhadap wanita adalah 2 berbanding 1.
Deskripsi:
a.       Aktivitas yang memberikan kebahagiaan; biasanya hanya sedikit saja.
b.      Emosi dingin, afek datar.
c.       Kurang mampu untuk menyatakan kehangatan, kelembutan atau kemarahan terhadap orang lain.
d.      Ketidakpedulian yang nyata terhadap pujian atau kecaman.
e.       Kurang tertarik untuk menjalin pengalaman seksual dengan orang lain (dengan memperhitungkan umurnya).
f.       Hampir selalu memilih aktivitas yang menyendiri.
g.      Dirundung oleh fantasi dan introspeksi yang berlebihan.
h.      Tidak mempunyai teman dekat atau hubungan pribadi yang akrab (kalau ada hanya satu) dan keninginan untuk mempunyai hubungan seperti itu.
i.        Sangat tidak sensitive terhadap norma dan kebiasaan social yang berlaku.
Diagnosis Banding
1.      Skizofrenia
Pada skizofrenia dapat terlihat adanya waham.
2.      Gangguan kepribadian paranoid
Lebih menunjukkan keterlibatan social, riwayat perilaku verbal yang agersif dan kecenderungan yang lebih besar untuk memproyeksikan perasaan mereka kepada orang lain.
3.      Skizotipal
Pada pasien skizotipal menunjukkan kemiripan yang lebih banyak dengan pasien skizofrenik dalam hal keanehan persepsi, pikiran, perilaku dan komunikasi.
4.      Gangguan kepribadian menghindar
Penderita dengan gangguan ini biasanya terisolasi tetapi memiliki keinginan kuat untuk berperan serta dalam aktivitas, suatu karakteristik yang tidak ditemukan pada pasien dengan gangguan kepribadian schizoid.
Perjalanan Penyakit dan Prognosis
Berawal dari masa anak-anak. Gangguan ini berlangsung lama, tetapi tidak seumur hidup. Proporsi untuk pasien ini untuk menjadi skizofrenia tidak diketahui. 
Terapi
1.      Psikoterapi
Terapinya hamper sama dengan pasien ganggaun paranoid. Tetapi pada pasien schizoid kecenderunga ke arah introspeksi adalah konsisten dengan harapan ahli terapi, dan mungkin dapat menjadi pasien yang tekun, jika jauh. Saat kepercayaan berkembang, kemungkinan terjadinya fantasi-fantasi seperti teman khayalan atau ketakutan ketergantungan. Sedang dalam terapi kelompok, awalnya pasien akan diam saja, tetapi lama-kelamaan pasien akan mulai bias berinteraksi. Dan dengan berjalannya waktu kegiatan kelompok ini dapat memberikan kontak social satu-satunya kepada pasien.
2.      Farmakoterapi

Antipsikotik dosis kecil, antidepresan dan psikostimulan


By. Abdul Halim Harahap S.Ked
07171094

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *