Gambaran Pengetahuan pasien Dengan Anemia Tentang Kebutuhan Nitrisi Dalam Meningkatkan Haemoglobin Darah

Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges,1999). Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal (Smeltzer, 2002).

Anemia adalah berkurangnya hingga di bawah nilai normal sel darah merah, kualitas hemoglobin dan volume packed red bloods cells (hematokrit) per 100 ml darah (Price, 2006).

Fungsi darah adalah membawa makanan dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Jika suplai ini kurang, maka asupan oksigen pun akan kurang. Akibatnya dapat menghambat kerja organ-organ penting, Salah satunya otak. Otak terdiri dari 2,5 miliar sel bioneuron. Jika kapasitasnya kurang, maka otak akan seperti komputer yang memorinya lemah, Lambat menangkap. Dan kalau sudah rusak, tidak bisa diperbaiki (Sjaifoellah, 1998). Anemia terjadi pada saat berkurangnya kemampuan butir-butir darah untuk membawa oksigen karena adanya defisiensi dari butir darah merah untuk mengangkut oksigen oleh salah satu komponennya yaitu haemoglobin. Kurangnya unsur besi dalam asupan makanan atau terjadinya kehilangann darah atau mengalami pendarahan dalam tubuh adalah dua hal yang menjadi penyebab utama kasus anemia.Studi ini dilakukan mulai tahun 2001 sampai 2004 di mana dalam rentang waktu tersebut terjadi 1983 kematian dan 7278 kasus hospitalisasi (dirawat di rumah sakit), Dr. Bruce F ( 2004 ).

Sel darah merah membawa haemoglobin dalam sirkulasi. Sel darah merah berbentuk piring atau biconcave, pada mamalia sel darah merah tidak bernukleus kecuali pada awal dan pada hewan-hewan tertentu. Sel darah merah pada unggas mempunyai nukleus dan berbentuk elips. Sel darah merah terdiri dari air (65%), Hb (33%), dan sisanya terdiri dari sel stroma, lemak, mineral, vitamin, dan bahan organik lainnya dan ion K (Kusumawati, 2004).

Haemoglobin merupakan zat padat dalam sel darah merah yang menyebabkan warna merah. Dibanding sel-sel lain dalam jaringan sel darah merah kurang mengandung air. Lipid yang terdapat pada sel darah merah ialah stromatin, lipoprotein, dan eliminin. Beberapa enzim yang terdapat dalam eritrosit antara lain anhidrase karbohidrat, peptidase, kolinesterase dan enzim pada sistem glikolisis (Poedjiadi,1994).

Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sum-sum tulang dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, inuasi tumor, atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui. Makanan merupakan masasalah yang paling utama di jumpai pada penderita anemia akibat kurang gizi, kondisi kurang gizi tanpa disadari karena gejala yang muncul hampir tak terlihat hal tersebut telah jatuh dalam kondisi  gizi  buruk dan anemia  (Depkes,2003). Gizi yang baik akan berperan dalam upaya penurunan prosentase timbulnya penyakit dan meningkatkan haemoglobin darah serta menekan angka kematian. Masalah fisiologis seperti terjadi gangguan pencernaan, penurunan sensitivitas  indera perasa dan penciuman, malabsorpsi  nutrisi serta beberapa  kemunduran fisik lainya, perubahan ini akan mempengaruhi kondisi seseorang dari aspek psikologis dan fisiologis (Emma Wirakusumah, 2002).

Gejala klinis yang muncul merefleksikan gangguan fungsi dari berbagai sistem dalam tubuh antara lain penurunan kinerja fisik, gangguan neurologik (syaraf) yang dimanifestasikan dalam perubahan perilaku, anorexia (badan kurus kerempeng), pica, serta perkembangan kognitif yang abnormal pada anak. Sering pula terjadi abnormalitas pertumbuhan, gangguan fungsi epitel, dan berkurangnya keasaman lambung. Cara mudah mengenal anemia dengan 5L, yakni lemah, letih, lesu, lelah, lalai. Kalau muncul 5 gejala ini, bisa dipastikan seseorang terkena anemia. Gejala lain adalah munculnya sklera (warna pucat pada bagian kelopak mata bawah).

Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung(Sjaifoellah, 1998).

Anemia juga menyebabkan daya tahan tubuh berkurang. Akibatnya, penderita anemia akan mudah terkena infeksi. Gampang batuk-pilek, gampang flu, atau gampang terkena infeksi saluran napas, jantung juga menjadi gampang lelah, karena harus memompa darah lebih kuat. Pada kasus ibu hamil dengan anemia, jika lambat ditangani dan berkelanjutan dapat menyebabkan kematian, dan berisiko bagi janin. Selain bayi lahir dengan berat badan rendah, anemia bisa juga mengganggu perkembangan organ-organ tubuh, termasuk otak (Sjaifoellah, 1998).

Gejala-gejala umum yang sering dijumpai pada pasien anemia antara lain : pucat, lemah, cepat lelah, keringat dingin, takikardi, hypotensi, palpitasi. (Barbara C. Long, 1996). Takipnea (saat latihan fisik), perubahan kulit dan mukosa (pada anemia defisiensi Fe).  Anorexia, diare, ikterik sering dijumpai pada pasien anemia pernisiosa (Arif Mansjoer, 2001).

Dalam laporan yang dimuat di jurnal kedokteran, Culleton dan rekan menggunakan informasi yang diperoleh dari database Calgary, untuk menyelidiki hubungan antara anemia, perawatan di rumah sakit dan dan kematian pada lebih dari 17 ribu pasien usia 66 tahun atau lebih. Studi ini dilakukan mulai tahun 2001 sampai 2004 di mana dalam rentang waktu tersebut terjadi 1983 kematian dan 7278 kasus hospitalisasi (dirawat di rumah sakit), dr.Bruce F ( 2004 ). Sementara angka kematian rata-rata adalah kelipatan lima kali jauh lebih tinggi di antara golongan lansia yang mengidap anemia. Hasil temuan tersebut sama pada pasien anemia dengan kisaran usia diatas 80 tahun yang juga disertakan dalam analisa ini..

Berdasarkan angka statistik angka anemia tingkat anemia……?

Dari hasil penelusuran peneliti di rumah sakit umum cut nyak dhien meulaboh bahwa klien dengan anemia yang mendapatkan rawatan di ruang rawat inap rumah sakit umum cut nyak dhien meulaboh jarang mendapatkan informasi yang jelas dari perawat tentang kebutuhan nutrisi dalam meningkatkan haemoglobin darah karena pola nutrisi yang tepat akan lebih cepat menyembuhkan klien selain obat – obatan, nutrisi yang tepat akan meningkatkan kemampuan klien dalam melaksanakan aktifitas sehari – hari.

Dari data yang di peroleh bahwa anemia pada tingkat nasional mencapai 35% dari jumlah penduduk Indonesia, dan untuk tingkat propinsi aceh mencap 4,2% dari jumlah penduduk, sedangkan di Ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Cutnyak Dhien Meulaboh mencapai 12% dari jumlah pasien 1206 orang pasien di rawat dengan diagnosis Anemia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *