Gastroenterologi : Diare

Diare merupakan keluhan yang serig ditemukan pada dewasa. Diperkirakan pada orang dewasa setiap tahunnya mengalami diare akut atau gastroenteritis aku sebanyak 99.000.000 kasus. Di Amerika Serikat, diperkirakan 8.000.000 pasien berobat ke dokter. Frekuensi kejadian diare pada Negara-negara berkembang termasuk Indonesia lebih banyak 2-3 kali dibandingkan Negara maju.

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berkonsistensi cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 gram atau 200ml/24 jam. Definisi lain menyentuh terhadap frekuensi, yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali perhari dan dapat disertai lendir dan darah.

Ada beberapa istilah untuk diare, berikut dalah beberapa istilah tersebut

Diare Akut

Diare akut didefinisikan sebagai pasase tinja yang cair /lembek dengan jumlah lebih banyak dari normal,berlangsung kurang dari 14 hari.

Diare Kronik

Diare kronik adalah diare yang berlangsung lebih dari 15 hari. Sebenarnya ada banyak pendapat tentang waktu berlangsungnya diare kronik ini mulai dari 15 hari hingga 3 bulan, untuk di Indonesia digunakan 15 hari agar para dokter bisa lebih waspada.

Diare Persiten

Diare persisten merupakan istilah yang dipakai di luar negri yang menyatakan diare yang berlangsung selama 15 – 30 hari yang merupakan kelanjutan dari diare akut(peralihan dari diare akut ke diare kronik)

Diare Infektif

Diare infektif adalah bila penyebabnya anatomic,bakteriologik,hormonal atau toksikologik.dan disebut diare fungsional bila tidak dapat ditemukan penyebab organic.

Setelah mengetahui beberapa istilah diare, kini saatnya mengetahui tentang klasifikasi diare berdasarkan : 1. Lama waktu diare : akut atau kronik. 2. Mekanisme Patofisiologis : osmotic atau sekeretorik dll, 3. Berat ringan diare : kecil atau besar, 4. Penyebab infeksi atau tidak : infektif atau non-infektif dan 5. Penyebab organic atau tidak : organic atau fungsional.

PATOFISIOLOGI/PATOMEKANISME DIARE

Diare dapat disebabkan oleh satu atau lebih patofisiologi/patomekanisme sebagai berikut :

  •   Diare Osmotik : diare tipe ini disebabkan karena meningkatnya tekanan osmotic intralumen dari usus halus yang disebabkan oleh obat-obat/ zat kimia.
  • Diare Sekretorik : diare tipe ini disebebkan oleh meningkatnya sekresi air dan eletrolit dan menurunnya kemampuan absorbsi, yang khas pada diare ini adalah secara klinis ditemukan tinja dengan konsistensi yang sangat cair,dan penyebab dari diare ini adalah efek eneterotoksin pada infeksi Vibrio cholera atau Escherichia coli
  • Inflamasi Dinding usus (diare Inflamatorik) : diare tipe ini disebabkan adanya kerusakan mukosa usus karena proses inflamasi, sehingga terjadi produksi mucus yang berlebihan dan eksudasi air dan eletrolit ke dalam lumen,gangguan absorbs air-eletrolit. Inflamasi mukosa usus halus dapat disebabkan oleh infeksi (disentri Shigella) atau non-infeksi (colitis ulcerative )
  • Diare Infektif : infeksi oleh bakteri merupakan penyebab tersering dari diare. Dari sudut kelainan usu, diare oleh bakteri dibagi menjadi dua yaitu non-invasif (tidak merusak mukosa) dan invasive (merusak mukosa). Bakteri non invsif menyebabkan diare karena karena toksin yang di sekresi oleh bakteri tersebut yang disebut diare toksigenik. Contohnya adalah eltor yang menghasilkan enterotoksin(toksin pada usus) yang dapat menempel pada dinding usus halus dan membentuk AMP siklik dan menyebabkan sekresi aktif anion klorida yang diikuti air, ion bikarbonat, san kation kalium. Kompensasi untuk hal ini adalah dengan pemberian glukosa yang diabsorbsi secara aktif oleh dinding sel usus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *