Kerangka Konseptual Yang Mendasari Akutansi Keuangan

Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) didefinisikan oleh FASB sebagai : “a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that is
expected to lead to consistent standards and that prescribes the nature, function
, and limits of accounting and reporting”.
Definisi FASB menyatakan bahwa kerangka konseptual akuntansi adalah suatu
sistem yang koheren; sub-sub sistemnya adalah (1) tujuan (objectives) dan (2) Konsep
fundamental yang saling terkait. Yang dimaksud tujuan adalah tujuan pelaporan
keuangan. Sedangkan fundamentals ( kaidah – kaidah pokok ) adalah konsep konsep
yang mendasarai akuntansi keuangan, yakni yang menuntun kepada pemilihan transaksi,
kejadian, dan keadaan – keadaan yang harus dipertanggungjawabkan, pengakuan dan
pengukurannya, cara meringkas serta mengkomunikasikannya kepada pihak – pihak
yang berkepentingan.
Konsep-konsep yang bersifat pokok atau fundamental,artinya bahwa konsep konsep
lainnya mengalir dari konsep-konsep pokok tersebut yang diperlukan sebagai referensi
berulang-ulang dalam menetapkan, menafsirkan, dan menetapkan standar akuntansi
keuangan dan pelaporan.
Manfaat akan Kerangka Kerja Konseptual
1. Agar bermanfaat, maka penetapan standar harus berlandaskan dan berhubung
an dengan serangkaian tujuan dan konsep fundamental. Sekelompok standar
dan aturan-aturan yang koheren harus dihasilkan.
2. Masalah – masalah praktis yang baru akan dapat dipecahkan secara cepat jika
Mengacu pada kerangka teori dasar yang telah ada.
Sifat Konseptual Kerja Akutansi
Sifat suatu kerangka kerja konseptual adalah seperti konstitusi, merupakn suatu kesatuan system atau hubumgam antara tujuan dan dasar yang menuntun pada standar yang konsisten dan menjelaskan sifat, fungsi, batasan akuntansi keuangan, dan laporan keuangan.
Mengapa suatu kerangka kerja konseptual penting ? Hal ini dimksudkan untuk “
1. Meningkatkan kenyakinan dalam pelaporan keuangan dan meningkatkan makna keterbandingan dia antara berbagai laporan keuangan, dan
2. Masalah praktik yang baru dan sedang berkembang harus dapat lebih cepat diselesaikan dengan acuan kerangka kerja atas teori dasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *