6 Tantangan dalam Penjualan & Solusinya Part 1

Apakah Anda pernah mengalami suatu penolakan dari calon konsumen dalam usaha penjualan Anda? Bagaimana solusinya supaya berbagai penolakan yang ada bisa kita atasi dan menghasilkan penjualan yang kita inginkan?
Setidaknya ada enam tantangan dalam suatu penjualan dan dalam artikel ini saya akan menguraikannya beserta solusinya. Yang pertama, NO TRUST. Mungkin ada seorang penjual yang kurang dipercaya oleh calon pembeli atau konsumennya sehingga tidak bisa atau belum bisa menghasilkan penjualan.
Di antaranya mungkin karena penampilannya kurang meyakinkan atau bisa juga karena “level” yang dianggap kurang memadai/tidak dianggap “sekelas” oleh calon konsumennya. Oleh karena itu, salah satu solusinya, penjual tersebut bisa saja langsung memperkenal kan calon pembeli/nasabahnya kepada atasannya yang mungkin memiliki “level” yang lebih seimbang dengan calon pembelinya.
Hal ini mungkin cukup banyak kita lihat dalam dunia agen asuransi ataupun dalam bisnis jaringan MLM. Misalnya jika seorang agen baru atau member MLM baru hendak memprospek calon nasabah/member yang memiliki “level” lebih tinggi, bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan agen/member baru tersebut, salah satu caranya adalah mengajak leadernya untuk membuka jalan prospek kepada calon nasabah/member tersebut.
Karena jika ini tidak dilakukan oleh agen baru, biasanya mereka akan lebih susah untuk bisa “closing” orang yang “levelnya” lebih tinggi. Jika hal ini sering terjadi, biasanya cukup banyak agen baru yang akhirnya merasa tidak mampu, merasa putus asa, dan akhirnya mengambil keputusan untuk keluar dari profesinya.
Oleh karena itu, penting kiranya bagi kita sebagai pemilik usaha atau leader untuk bisa memilih calon agen, karyawan, dan bagian penjualan yang berkualitas. Dalam seminar Business Revolution saya akan diajarkan cara-cara dahsyat untuk merekrut karyawan/bagian penjualan yang berkualitas dan diajarkan pula cara membinanya supaya menjadi lebih profesional dalam bidangnya.
Sebab, cukup banyak perusahaan yang kurang tepat dalam menyeleksi karyawannya sehingga tidak jarang karyawan tersebut tidak memiliki penampilan yang meyakinkan, tidak memiliki dedikasi atau tidak memiliki daya juang yang tinggi.
Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih mendalam cara merekrut karyawan atau tenaga penjualan Anda, kemudian cara membinanya agar menjadi dahsyat sehingga mampu meledakkan pemasaran bisnis Anda, seminar tersebut dapat memberikan jawaban.
Yang kedua adalah “NO Money“. Jika kita menemukan calon konsumen yang tidak mempunyai uang tapi sebenarnya tertarik dengan produk atau jasa kita, salah satu solusinya adalah berikan beberapa alternatif cara pembayaran. Misalnya dalam seminar saya, biasanya untuk mengikuti seminar yang saya adakan diberikan beberapa alternatif pembayaran untuk memudahkan calon konsumen/peserta seminar untuk bisa mengikutinya.
Di antaranya bisa melalui pembayaran dengan DP terlebih dahulu dan bisa melakukan pembayaran bertahap setelah melakukan DP tersebut. Sebab, pada umumnya, jika seseorang sangat tertarik dengan produk atau jasa yang kita tawarkan, biasanya mereka akan berusaha mencari biayanya sehingga akhirnya bisa membeli produk atau jasa kita.
Namun kita juga tetap memberikan suatu benefit tambahan jika mereka bisa membayar penuh dalam waktu yang lebih cepat, dengan demikian mereka tentu akan berusaha lebih baik lagi untuk segera mencari uangnya untuk membayar secara penuh.
Yang ketiga adalah “No Hurry“. Dalam melakukan penjualan, cukup sering calon konsumen yang melakukan penundaan pembelian. Oleh karena itu salah satu solusinya adalah berikan limit yang jelas dan tegas kepada para calon pembeli supaya mereka segera melakukan pembelian. Misalnya: “Persediaan sangat terbatas, hanya 100 unit” atau “Penawaran ini hanya berlaku hingga akhir bulan ini”.
Atau bisa juga, “Jika Anda membeli sekarang juga akan mendapatkan hadiah spesial dan sangat terbatas hanya bagi 50 orang pertama.”
Dalam memberikan limit tersebut, harus kita berikan pula ketegasan mengenai batas-batasnya, misalnya batas jumlah barang yang tersedia atau batas orang yang bisa mendapatkannya ataupun batas waktu penawarannya.
Sebab jika kita tidak pernah benar-benar memberikan ketegasan batasnya, ada kemungkinan di lain waktu mereka akan menunda-nunda kembali atau bahkan memberikan informasi kepada orang lain bahwa sebenarnya tidak ada ruginya jika mereka menunda.
Sebab, mereka merasa pasti nanti akan diberikan penguluran waktu, kelonggaran kembali ataupun penambahan ketersediaan barangnya. Oleh karena itu, sekali lagi, kita harus memberikan ketegasan mengenai limit hingga orang benarbenar mau melakukan pembelian dengan lebih cepat.
Dalam hal ini mungkin Anda masih ingat mengenai Hukum Badawi yang pernah saya singgung di artikel Seputar Indonesia juga? Jika Anda lupa atau kurang ingat, silakan membaca selengkapnya di buku Marketing Revolution saya. Karena dengan menggunakan cara ini kita pun bisa mempercepat calon konsumen untuk segera melakukan pembelian atau “closing“.
Untuk tantangan keempat hingga keenam dalam penjualan dan solusinya akan saya lanjutkan dalam artikel Seputar Indonesia berikutnya. Oleh karena itu, selalu baca koranSeputar Indonesia dan ikuti artikel saya selanjutnya. Karena, sekali lagi, sudah banyak orang yang mempraktikkan apa yang saya ajarkan akhirnya mampu membuat pemasaran mereka menjadi lebih dahsyat. Kini giliran Anda untuk mempraktikkannya dan membuat peningkatan pemasaran yang dahsyat.

1 Response(s)

  1. aldhy says :

    February 26, 2015

    Kalau prospek saya gak punya uang, tapi sangat tertarik dengan produk yg kita tawarkan,
    Salah satu solusinya kan bisa dengan DP dulu, berarti uang DP dari
    Prospek tsb saya simpan dulu sampai prospek melunasi pembayarannya.
    Begitu ya pak??

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *