6 Tantangan dalam Penjualan & Solusinya Part 2

Bagaimana, apakah anda sudah mempraktikkan apa yang saya uraikan dalam artikel saya sebelumnya mengenai solusi dari tantangan dalam penjualan Anda?
Karena jika kita mempraktikkan apa yang telah kita pelajari baru kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik tentunya. Apakah dalam suatu penjualan anda masih menghadapi kendala lainnya selain yang telah kita bahas sebelumnya yaitu: No TrustNo MoneyNo Hurry?
Oleh karena itu dalam kesempatan kali ini saya akan uraikan mengenai kendalan atau tantangan lain dalam penjualan kita. Saya akan melanjutkan yaitu tantangan keempat hingga keenam.
Tantangan yang keempat dalam penjualan adalah “No Desire“. Calon pembeli tidak mau atau belum mau membeli produk atau jasa kita, karena mungkin dalam memberikan penawaran, kita kurang optimal sehingga mereka tidak punya keinginan untuk membeli. Salah satu solusinya adalah, kita bisa menjual/menawarkan sesuatu dengan lebih emosional (menyentuh perasaan calon pembeli).
Misalnya kita ingin menjual suatu rumah, kita bisa mengajak calon pembeli untuk datang langsung dan kemudian kita bisa memberikan berbagai aktivitas penjualan yang membangkitkan perasaan seseorang untuk mengalami apa yang kita informasikan. Mungkin bisa dengan kita membuka jendela rumah dibagian belakang, kemudian menarik napas panjang sambil berkata: “Benar kan Pak/Bu,udara di sini lain, jauh lebih segar, lebih sehat tentunya dibanding dengan lokasi lainnya, sangat bagus untuk kesehatan seluruh keluarga”.
Libatkan seluruh panca indera, supaya calon konsumen semakin tertarik dengan apa yang kita tawarkan. Karena biasanya lebih banyak orang memutuskan pembelian karena emosi.
Yang kelima adalah “No Need“. Seseorang belum atau tidak melakukan pembelian antara lain karena mereka tidak merasa membutuhkan apa yang kita tawarkan. Oleh karena itu kita harus membangun keinginan dari calon konsumen kita, antara lain dengan mempraktekkan ilmu “six human needs” yang pernah saya tuliskan dalam artikel saya sebelumnya. Dan untuk lebih detilnya, anda bisa baca dalam buku Marketing Revolution saya.
Yang keenam adalah “No Power to Decide“. Terkadang calon konsumen kita masih ragu-ragu untuk memutuskan pembelian, salah satu faktornya dia harus meminta persetujuan dulu dari orang lain. Misalnya ada seorang suami yang sebenarnya sangat tertarik dengan produk atau jasa kita, namun ternyata ia takut kalau istrinya tidak setuju atau tidak suka dengan apa yang dibelinya.
Apakah anda pernah mengalami kendala seperti ini dalam praktik penjualan anda? Untuk memberikan suatu “power to decide“, dalam hal ini sebenarnya kita bisa memberikan “garansi”, contohnya: “Silakan Bapak membeli terlebih dahulu produk tersebut, atau bisa DP terlebih dulu juga boleh, jika memang nanti istri Anda tidak cocok, bisa dikembalikan barangnya atau DP nya bisa dipindahkan untuk pembelian barang yang lainnya”.
Dan harus diingat pula, anda juga harus memperkuat proses “close” tersebut, antara lain dengan mengatakan, “Saya yakin Bapak adalah kepala keluarga yang baik, pasti istri akan setuju dengan keputusan anda juga”.
Jika memang produk/jasa anda bagus dan benar-benar bermanfaat bagi orang yang membelinya, secara umum orang akan dengan senang hati membelinya dan menginformasikannya kepada orang lain. Apalagi jika anda mampu mengatasi setidaknya enam kendala dalam penjualan tersebut. Maka, terus praktik, supaya penjualan anda pun makin dahsyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *