PENGAUDITAN SIKLUS PENDAPATAN | Pengertian | Arti | Difinisi | Penjelasan |

Siklus pendapatan suatu perusahaan meliputi kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan transaksi-transaki penjualan, penerimaan kas, dan penyesuaian penjualan. Transaksi-transaksi tersebut berpengaruh terhadap sejumlah rekening signifikan dalam laporan keuangan, termasuk di dalamnya adalah kas, piutang usaha, persediaan dan penjualan. Pada kebanyakan perusahaan, siklus pendapatan usaha sangat vital, tetapi praktik bisnis dan pemicu ekonomisnya sangat berbeda antara perusahaan yang satu dengan perusahaan lainnya. Pemahaman tentang bisnis dan bidang usaha merupakan langkah pertama yang penting dalam mengembangkan strategi audit. Banyaknya aktivitas dalam siklus ini mengakibatkan timbulnya risiko bawaan yang tinggi untuk berbagai asersi signifikan laporan keuangan seperti misalnya sersi keberadaan atau keterjadian piutang usaha. Oleh karena itu, banyak perusahaan berusaha untuk memiliki sistem pengendalian interen yang kuat di bidang ini untuk mencegah atau mendeteksi salah saji. Apabila auditor memperkirakan pengendalian ini cukup efektif, maka dalam audit atas asersi-asersi siklus pendapatan ia akan menerapkan pendekatan tingkat risiko pengendalian ditetapkan lebih rendah. Dalam perencanaan pengujian substantif atas piutang usaha, auditor biasanya sangat menaruh perhatian terhadap risiko lebih saji piutang bersih yang disebabkan oleh adanya piutang fiktif atau karena cadangan kerugian piutang tidak mencukupi. Dalam audit piutang usaha terdapat anggapan bahwa auditor akan mengirim konfirmasi kepada para debitur kecuali ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan konfirmasi tidak diperlukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *