Perbandingan (pengertian) Swot Analisys dan matrix strategy

Swot Analisys
SWOT adalah singkatan dari bahasa Inggris STRENGTHS (Kekuatan),WEAKNESSES (Kelemahan), OPPORTUNITIES (Peluang) dan THREATS(Ancaman). Analisa SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal. 
Analsis SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah:
1. Menyiapkan sesi SWOT.
  • SWOT kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 – 60 menit.
  • Peserta dibagi dalam kelompok dengan maksimum 6 orang per kelompok.
  • Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
  • Setiap kelompok membuat sebuah matriks SWOT sesuai dengan contoh.
  • Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
  • Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi matriks SWOT.


2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
  • Dengan menggunakan curah pendapat, tulis pada kartu semua kekuatan di dalam organisasi (internal). Kekuatan bisa berupa, tenaga trampil, gaji, sarana. Setelah kartu diisi tempelkan pada kertas flipchart.
  • Setelah selesai menyusun kekuatan internal, dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal) pada kartu lalu ditempelkan pada flipchart .


3. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.
  • Dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan semua kesempatan di luar organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa latihan, tenaga baru, peraturan baru dan seterusnya.
  • Dengan menggunakan curah pendapat, buatlah daftar ancaman di luar organisasi (ancaman ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.


4. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.
  • Daftarkan dalam kolom masing-masing: kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang.
  • Buatlah ranking setiap kolom. Yang perlu dipikirkan adalah pentingnya kesempatan / ancaman dan berapa besar kemungkinan kesempatan / ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan ancaman dan peluang.


5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan.
  • Masukan kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
  • Kekuatan diisi sesuai ranking yang telah dikerjakan, kekuatan yang paling besar di atas, yang kurang besar di bawah.
  • Setelah kekuatan diisi, disusul dengan kelemahan.
  • Masukan kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
  • Hubungkan kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
  • Kombinasi di mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang paling positif. Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
  • Kombinasi kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan harus dihindari.
  • Setiap kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk mengurangi kelemahan atau ancaman.

Manfaat Analisa SWOT
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman organisasi

Analisis SWOT bukanlah akhir dari proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda perlu menentukan rencana tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada “pendapat” dan indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada “kenyataan”.

Matrix Strategy strategi adalah rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi

komponen – komponen strategy :

  • kompetensi yang berbeda (distinctive competence) 
  • ruang lingkup (scope) 
  • distribusi sumber daya (resource deployment)

jenis – jenis strategy :

  • strategi pada tingkat perusahaan
  • kedua strategi pada tingkat bisnis
  • strategi pada tingkat fungsional
proses penyusunan strategy : 
  • penilaian keperluan penyusunan strategi
  • analisis situasi internal dan eksternal
  • pemilihan strategi
  • implementasi
moz screenshot Perbandingan (pengertian) Swot Analisys dan matrix strategystrategy ditingkat korporat :
1. strategi portfolio 
  • Acquisition
  • unrelated diversification
  • matrix BCG based strategy
2. strategi utama 
  • growth strategy
  • stability strategy
  • retrenchment strategy
Matriks BCG adalah perangkat strategi untuk memberi pedoman pada keputusan alokasi sumber daya berdasarkan pangsa pasar. Matriks BCG merupakan empat kelompok bisnis, yaitu :

1. Tanda tanya (Question Mark) memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Bisnis ini disebut tanda tanya karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya. 

2. Bintang (Star) mewakili peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas ositif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya.

3. Sapi perah (Cash Cow) memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi kuatnya selama mungkin. 

4. Anjing (Dog) dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka adalah anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan. 

Hasil studi kasus yang telah ada

1. ANALISIS STRATEGI PEMASARAN MINUMAN COCA-COLA PATA PT. COCA COLA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MATRIK BCG
Oleh: DIA YULIA KUSHARYANTI, ZUHAD ICHYANUDIN, SE, MBA

Matriks pertumbuhan pangsa pasar dikembangkan dan dipopulerkan oleh seorang terkemuka manajemen konsultan yang adalah Boston Consulting Group (BCG). BCG memerlukan pendekatan penilaian dari semua organisasi menawarkan penilaian menggunakan dua-dimensi, yaitu pertumbuhan pasar dan pangsa pasar. pertumbuhan pasaradalah laju pertumbuhan tahunan pasar yang relevan, di mana penawaran pasar. Relatif pangsa pasar adalah kinerja organisasi (misalnya penjualan) relatif terhadap terkenal pesaing, dinyatakan sebagai rasio. Pertumbuhan pasar matriks dibagi menjadi empat kotak, masing-masing mewakili jenis bisnis yang berbeda. BCG metode analisis Pertumbuhan / Share Matrix merupakan metode yang didasarkan pada relative posisi kompetitif (Pasar Saham) dan laju pertumbuhan segmen pasar (Pasar Segmen Laju Pertumbuhan) yang dinyatakan dengan Stars, Question Mark, Kas Sapi, dan The Anjing. Bisnis dalam posisi Bintang menghadapi tumbuh pangsa pasar sangat cepat dengan pasar yang sangat besar. Perusahaan dalam kondisi dari Mark Pertanyaan menghadapi masalah pangsa pasar rendah dan menempatkannya di kondisi pertumbuhan tinggi. Kas Sapi pada posisi yang, pasar telah tumbuh di kondisi dan tingkat pertumbuhan yang relatif rendah. Perusahaan dalam kondisi Anjing menghadapi pangsa pasar sangat rendah, yang terjadi pada pertumbuhan yang lambat. Analisis ini dilakukan untuk menentukan tingkat pertumbuhan pasar dan relatif pangsa pasar. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *