Teknik Memotivasi Karyawan

Di artikel ini saya akan memberikan teknik – tehnik ( Dasar ) memotivasi karyawan menurut ilmu yang saya sudah pelajari agar berkerja menjadi lebih baik, unggul, kreatif, semangat, rajin dan cerdas. Teori – teori utama motivasi adalah sebagai berikut :
Penelitian hawthrone
Menganjurkan bahwa karyawan akan lebih termotivasi jika mereka menerima perhatian lebih banyak

Teori hierarki moslow
Menyatakan bahwa karyawan dapat dipuaskan oleh berbagai kebutuhan yang berbeda, tergantung pada posisi mereka dalam hierarki. Perusahaan dapat memuaskan karyawan pada tingkat terendah hierarki dengan keamanan pekerjaan atau kondisi kerja yang aman. Jika kebutuhan dasar terpenuhi, karyawan memiliki kebutuhan lain yang harus dipenuhi, Perusahaan dapat berusaha memuaskan karyawan dengan mengizinkan interaksi sosial dan tanggung jawab yang lebih banyak.
Studi kepuasaan pekerjaan Herzberg
Menyarankan bahwa faktor – faktor pencegah ketidakpuasan adalah berbeda dengan faktor – faktor pendorong kepuasan pekerjaan. Imbalan yang layak dan kondisi kerja mencegah ketidakpuasan, sementara tanggung jawab dan pengakuan mendorong kepuasan pekerjaan.
Teori X dan Y McGregor
Menyatakan jika para pengawas percaya bahwa karyawan tidak menyukai pekerjaan dan tanggung jawab ( Teori X ), mereka tidak mendelagasikan tanggung jawab dan karyawan tidak termotivasi; namun jika pengawas percaya bahwa karyawan memilih tanggung jawab ( Teori Y ), mereka memotivasi karyawan dengan mendelagasikan tanggung jawab lebih banyak.
Teori Z
Menganjurkan bahwa karyawan akan lebih puas jika mereka terlibat dalam pengambilan keputusan, dan kemudian akan lebih termotivasi
Teori Pengharapan
Menganjurkan bahwa karyawan akan lebih termotivasi jika kompensasi sesuai dengan tujuan yang dapat dicapai dan memberikan penghargaan.
Teori Ekuitas
Menyarankan bahwa karyawan akan lebih termotivasi jika kompensasi mereka sesuai dengan kontribusi relatif pada total output perusahaan.
Teori Pemaksaan
Menyarankan bahwa karyawan lebih termotivasi untuk berkinerja lebih baik jika mereka dihargai untuk kinerja yang tinggi ( pemaksaan positif ) dan hukuman untuk kinerja yang buruk ( pemaksaan negative )
Saya kira ini saja yang dapat saya berikan ….jadi anda mau pilih pendekatan yang bagaimana…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *