Etika Dan Tanggung Jawab Sosial Masa Kini

Etika secara luas dan sederhana didifinisikan sebagai pengetahuan mengenai bagaimana keputusan kita mempengaruhi orang lain. Itu juga mencakup pengetahuan mengenai hak dan kewajiban manusia, sifat alami hubungan antar manusia. Walaupun dimasa kini tingkah laku tidak etis kadang – kadang bermanfaat, tetapi mereka mengabaikan isu etika pasti akan menghadapi kesulitan dalam jangka panjang.
Sekarang banyak contoh bagaimana orang dapat berhasil dengan melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan dan etika yang dipikirkanya.

  • Eliot hoffman, pemilik just desert , sebuah perusahaan roti di San Francesco, melambangkan kebiasaan menerima pegawai bekas tahanan.
  • Ben & Jerry membuka sebuah toko di harlem dan memperkirakan para tuna wisma menjadi penjualaan es krim
  • Burger King bersama bersama dengan IBM menyelenggarakan program “Burger and Bytes “, menyumbangkan komputer kepada sekolah menurut jumlah penerimaan oleh mesin kas. Burger king juga mendirikan “burger King Academy” yaitu penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan sosial bagi mereka yang putus sekolah dan yang suka membolos.

Perubahan Tanggung Jawab Sosial
Pada tahun 1898, Andrew Carnegie, pendiri konglomerat perusahaan U.S Steel, Menerbitkan buku The Gospel Of Wealth, yang memukakan perusahaan klasik mengenai tanggung jawab perusahaan.Pandangan Carenegie didasarkan pada dua prinsip yaitu prinsip amal dan prinsip mengurus harta orang lain. Keduanya bersifat paternalistik yaitu mereka memandang pemilik bisnis dalam peran seperti orang tua kepada karyawan dean pelanggan jadi anak-anaknya.
Prinsip amal yaitu prinsip yang mengharuskan anggota masyakarakat yang lebih beruntung untuk membantu anggota yang kurang beruntung., termasuk mereka yang menggangur, cacat , sakit dan berusia lanjut. Sedang kan prinsip kepengurusan harta orang lain itu menuntut bisnis dan individual yang kaya untuk memndang diri mereka sendir i sebagai pengurus, atau penjaga, milik mereka.
Salah satu masalah konsep tanggung jawab sosial berkaitan dengan implementasinya yang spesifik. Beberapa mkritik menyatakan bahwa pegertian “tanggung jawab sosial” memberi peluan tg exsekutif bisnis untuk memilih kewajiban soaial perusahaan mereka sesuai dengan keyakinan mereka sendiri. Menurut krtik ini, pengertian tanggung jawab perusahaan menjadi tabir asap untuk nilai-nilai pribadi dari beberapa orang yang berkuasa
Argumen Milton Friedman
Milton Freidman mengemukakan bahwa tanggung jawab utama bisnis adalah memaksimalkan laba. Bisnis seharusnya membuat barang dan jasa secara efsien dan membiarkan masalah sosial untuk di perhatikan perorangan dan badan pemerintah.
Pergeseran Ke Etika
Kita tidak dapat lagi menghindari isu etika dalam bisnis seperti yang dapat kita hindari dalam masa- masa hidup kita yang lalu. Dalam bisnis, kebanyakan pertanyaan etika termasuk dalam salah satu atau beberapa dari empat kategori yaitu sosial, pihak yang berkepentingan, pihak internal dan pribadi
Sosial
Pada tingkat sosial, kita mengajukan pertanyaan mengenai instutusi dasar dalam masya rakat. Masalah apartheid di afrika selatan dalah pertanyaan tingkat sosial.
Pihak Yang Berkepentingan
Pertanyaaan bagaimana cara sebuah perusahaan seharusnya menangani kelompok exsternal yang terpengaruh oleh keputusanya, disamping bagaimana pihak yang berkepentingan seharusnya berhubungan dengan perusahaan
Kebikajakan Internal
Pertanyaan sifat hubungan perusahaan dengan para karyawanya, kontrak perjanjian kerja seperti; Apa yang adil ?
Pribadi
Pertanyaan bagaimana orang seharusnya saling memperlakukukan di dala sebuah organisasi . Apakah kita harus saling bersikap jujur ? Apapun konsekuensinya ?
Uunsur – Unsur Etika
Sadar atau tidak sadar , kita terlibat dalam pemikiran etika setiap hari dalam kehidupan kita. Untuk meningkatkan pemahaman etika, kita harus menganalisa secara eksplisit dan mempraktekan setiap hari. Istilah kunci dari bahasa etika dalah : nilai, hak, kewajiban, peraturan, dan hubungan.
Nilai- nilai : Keininan yang relatif permanen yang tampakny memang baik, sep[erti damai atau kehendak baik. Nilai merupkan jawaban tas pertanyaan “mengapa”. Misalnya : mengapa anda membaca buku ini ? Anda mungkin menjawab bahwa anda ingin belajar manajemen. Mengapa hail itu penting ? Agar menjadi manajer yang baik, dan seterusnya sampai anda tidak menginginkan sesutu untu sesuatu yang lain. Pada saat itu, anda telah sampai pada nilai-nilai.
Perusahan juga menpunyai nilai-nilai, seperti ukuran, kemampuan menghasilkan laba, atau membuat produk yang bermutu tinggi.
Hak dan kewajiban : Hak adalah tuntutan yang memberikan “ruang” kepada seseorang untuk melakukan tindakan. Hak jarang bersifat absolut, kebanyakan orang akan setuju bahwa cakupan hak individual dibatasi oleh hak orang lain. Hak berhubungan dengan kewajiban untuk menghormatinya.
Kewajiban adalah keharusan untuk mengambil langkah-langkah tertentu ( membayar pajak ).
Peraturan Moral : Peraturan mengenai tingkah laku yang seringkali menjadi kebiasaan sebagai nilai moral.
Hubungan : Setiap manusia berhubungan dengan manusia lain dalam jaringan hubungan. Hubungan ini ada karena kita saling membutuhkan untuk saling mendukung dan mencapai sasaran kita bersama
Moralitas Umum
Moralitas umum adalah peraturan moral utama yang mengatur masalah etika sehari – hari..
Menepati Janji : Tanpa perjanjian sederhana untukmnempati janji, interaksi sisial akan berhenti, bisnis tidak mungkin di lakukan.
Tidak suka dengki : Kebanyakan teori moral memberikan syarat bahwa kebanyakan orang, biasanya menahan diri dari menyakiti orang lain.
Saling membantu : Umat manusia dapat tetap lestari dengan mengakui bahwa orang saling tergantung dan saling membantu.
Menghargai orang : Memperlakukan orang sebagai pribadi termasuk menanggapi mereka dengan serius.
Menghargai milik : Menghargai milik merupkan konsekuensi dari menghargai individu.
Moralitas kepedulian
Ahli teori Carol Gilligan mengusulkan ada dua untai teori moral, yaitu perspektif “keadilan” dan prespektif “kepedulian” dengan prespektif keadilan lebi h umum du jumpai di antara kaum pria dan prespektif kepedulian lebih umum di antara kaum wanita.
Menerapkan Etika
Para manajer di organisasi modern kadng-kadang menetapkan peraturan yang mungkin bertentangan dengan peratural moralitas umum. Misalnya, memverlakukan prinsip tujuan bersama untuk membantu seseorang yang memerlukan mungkin mendapatkan cemooh dari manajer perusahaan bila pihak yang mengalami kesulitan adalah pesaing. Kita harus mengetahui bagaimana menerapkan prinsip moralitas umum dan bahasa etika untuk situasi bisnis.
Tantangan Relativisme
Ahirnya kita harus berhadapan dengan tantangan relativisme pada etika pada umumnya. Banyak relativisme moral, tetapi semuanya mengatakan bahwa kita tidak dapat memutuskan sesuatu bernar dan salah, baik dan buruk, dengan cara yang rasional.
Relativisme Naif
Relativisme yang tersebar paling luas mungkin disebut relativisme naif-ide bahwa semua manusia merupakan standar untuk menilai tindakan mereka sendiri. Penganut relativisme naif percaya bahwa karena keputusan etika bersifat pribadi, penting dan kompleks, hanya opini pengambil keputusan yang relavan.
Relativisme Budaya
Bentuk kedua dari relativisme moral, relativisme budaya, menyatakan bahwa morlitas bersifat relatif terhadap budaya, masyarakat atau komunitas terentu. Bentuk ini lebih lanjut menyakinkan bahwa tidak ada standar yang dapat membantu kita menilai moralitas dari budaya tertentu dan bahwa harapan paling baikyang dapat dilakukan oleh seseorang adalah untuk memahami kode moral dan kebiasaan dari suatu masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *