Gambaran Umum Pereokonomian Indonesia Part 2

Pada masa Orde baru, pembangunan dilakukan secara bertahap melalui REPELITA ( Rencana Pembanguana Lima Tahun )
REPELITA 1 ( 1 April 1969-Maret 1974 )
Trilogi >>>> : Unsur Stabilitas : Ekonomi


Program-program yang dilaksanakan:
Rehabilitasi Ekonomi:

  • Sarana Penunjang produksi pangan ( waduk, irigasi,dsb )
  • Prasarana angkutan ( jalan, jembatan, pelabuhan,dsb )

Kendala-kendala :

  • Kurang tersedianya dana pembiyaan pembangunan

Faktor penyebabnya :

  • Rendahnya tabungan dalam negeri
  • Rendahnya ekspor ( devisa sedikit )

Usaha yang dilakuakan :

  • Pinjaman luar negeri
  • Menggalakan Modal asing

Melalui upaya-upaya yang telah dilakuakan, maka selam PELITA I tersebut, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8,40 % per tahun.
Tantangan :

  • Isu Pemerataan
  • Rendahnya Penyerapan Tenaga kerja



REPELITA II ( April 1979 – 31 Maret 1989 )
Keberhasilan Pelita I, menimbulkan dampak terhadap:

  1. Kesenjangan ekonomi
  2. Dominasi Modal Asing

Dengan kondisi seperti tersebut di atas, maka kebijakan pembangunan yang berpegang pada Trilogi, difokuskan kepada :

  1. Pertumbuhan ekonomi
  2. Pemerataan
  3. Stabilitas

Tantangan yang dihadapi :

  • Makin melebarnya kesenjangan ekonomi
  • Meningkatnya jumlah pengangguran

Usaha yang dilakukan :
Memberikan kesempatan berusaha yang lebih luas kepada pengusaha-pengusaha Kecil, melalui beberapa kebijakan, antara lain ;

  • Kebijakan Moneter (KIK, KMKP, Penurunan Suku Bunga dsb)
  • Devaluasi Rupiah, untuk merangsang ekspor

Dengan beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah, maka secara umum dalam PELITA II, berhasil dipertahankan laju pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 6 % per tahun.


REPELITA III ( 1 April 1974 -19xx )
Dengan makin gencarnya isu tentang kesenjangan ekonomi. Kesejengan-kesenjangan nyata yang terjadi anatara lain:

  • Kesenjangan antar daerah dan antar sektor
  • Kesenjangan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja
  • Kesenjangan anatara usaha kecil dengan usaha besar
  • Kesenjangan dalam memperoleh pendidikan, kesehatan dan peradilan hukum

Maka pada Pelita III, prioritas pembanguanan sesuai landasan Trilogi, dirahakan pada “Pemerataan” dalam memperoleh hasil-hasil pemnagunan, yang ditunjang dengan dikeluarkanya kebijakan “Delapan Jalur Pemerintahan”

                                                          Pemerataan
TRILOGI         >>>>>>>>                Pertumbuhan
                                                          Stabilitas

Dalam upaya untuk mewujudkan kondisi pereokonomian yang lebih baik, dalam kurun tersebut, muncul beberapa kendala/hambatan, antara lain :

  • Adanya resesi dunia
  • Turunya harga minyak ( karena perang teluk )
  • Dampak devaluasi rupiah yang masih terasa
  • Inflasi diatas 20 % per tahun

Dengan adanya beberapa kendala tersebut, pemerintah terus berupaya agar perekonomian dapat berjalan dengan baik. Upaya yang dilakuakan pemerintah dalam rangka mewujudkan kondisi perekonomian yang lebih baik antara lain adalah:

  • Meningkatkan tabungan dalam negeri
  • Melakukan devaluasi rupiah sebesar 28 %
  • Melakukan deregulasi sistem plafon ( Pagu ) kredit, dan kebebasan menentukan tingkat suku bunga bagi bank-bank umum
  • Peningkatan alokasi dana APBN dan APBD bagi perluasan kesempatan kerja, pendidikan, dan fasilitas kesehatan

Selama PELITA III, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai rata-rata 2,4 % per tahun. Hal ini tidak terlepas dari kendala-kendala yang dihadapi, khususnya kondisi eksternal ( resesi dunia ), serta perang teluk yang berdampak pada ekonomi dalam negeri.

Tag : arti repelita, masalah repelita, arti trilogi, masalah Repelita I, masalah Repelita II, masalah Repelita III, cara rehabilitasi ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *