Pemerintah Dinilai Tidak Serius dengan Konsep Ekonomi Kerakyatan

Konsep ekonomi kerakyatan yang seharus mengedepankan masyarakat kelas bawah untuk berusaha lebih baik, sampai saat ini belum terlihat jelas penerapannya. Demikian diungkapkan pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Aviliani seminar sehari sempena HUT kota Pekanbaru ke 225, di Aulo kantor walikota, Rabu (17/06/2009) Seminar sehari bertema “Kita tingkatkan ekonomi kerakyatan melalui profesionalisme menuju tata kelola pemerintahan yang baik” tersebut juga memberikan masukan agar pemerintah pusat dan daerah mempersiapkan infrastruktur pendukung dan juga kebijakan yang mampu mendorong lahirnya konsep ekonomi kerakyatan itu sendiri.

“Sejauh ini apa yang disebut dengan konsep ekonomi neo-liberalisme masih dianut oleh pemerintahan yang ada, semuanya terlihat dari penjabaran peraturan negara yang dinilai tidak memihak kepada keberaadaan usaha ekonomi mikro yang seharusnya justru dilindungi oleh pemerintahan yang berkuasa,” ucap Aviliani dalam ceramahnya.

Menurut Aviliani, konsep neo-liberalisme yang jelas-jelas terlihat misalnya dimana pemerintah memberikan ruang lebih besar kepada pihak asing ataupun pemilik modal besar dalam mengembangkan usaha, sementara kepada ekonomi kecil seperti UKM kurang mendapatkan porsi sama.

“Makanya yang terpenting saat ini, pemerintah harus merevisi produk undang-undang tersebut sehingga mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat secara luas, tentunya juga perlu ada upaya pembinanaan terhadap keberadaan UKM lokal. Mereka itu kan orang-orang dengan keterbatasan pengetahuan, harusnya mereka ini yang diberikan kemudahan dan peluang usaha dan pemerintah berusaha bagaimana membantu pemsaran produknya, persoalan utama yang dihadapi selama ini oleh UKM kita adalah pada modal usaha dan juga proses pemasarannya, sehingga ketika ditanya ke mana akan dipasarkan, mereka akan jawab tidak tahu,” kata Aviliani.

Sumber: http://www.satuportal.net/content/pemerintah-dinilai-tidak-serius-dengan-konsep-ekonomi-kerakyatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *