Konsensus penggunaan kata pada Ejaan

Konsensus penggunaan kata

Tiongkok dan Tionghoa
Cina adalah bentuk dan penggunaan baku menurut KBBI. Ada himbauan untuk menghindari kata ini atas pertimbangan kesensitifan penafsiran. Sebagai alternatifnya diusulkan menggunakan kata China. Ini sebuah argumen yang tidak bisa didiskripsikan dan dijelaskan secara ilmiah bahasa, apalagi bunyi ujaran China – Cina adalah hampir sama (China dibaca dengan ejaan Inggris). Padanan untuk kata Cina yaitu Tiongkok (negara), Tionghoa (bahasa dan orang).

Mayat dan mati
mati: hindari penggunaannya dalam penulisan biografi. Gunakan kata wafat, meninggal, gugur, atau tewas (tergantung konteks).
mayat: hindari penggunaannya dalam biografi. Gunakan kata jasad atau jenazah.

Penggunaan “di mana” sebagai penghubung dua klausa
Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat, bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk “di mana” (padanan dalam bahasa Inggris adalah “who”, “whom”, “which”, atau “where”) atau variasinya (”dalam mana”, dengan mana”, dan sebagainya). Penggunaan “di mana” sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Pada dasarnya, bahasa Indonesia hanya mengenal kata “yang” sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu dan penggunaannya pun terbatas. Dengan demikian, HINDARI PENGGUNAAN BENTUK “DI MANA”, apalagi “dimana”, termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Sebenarnya selalu dapat dicari struktur yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia.

contoh-contoh:

  1. Dari artikel Kantin: … kantine adalah sebuah ruangan dalam sebuah gedung umum di mana para pengunjung dapat makan … .
    Usul perbaikan: … kantine adalah sebuah ruangan di dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan (oleh) pengunjungnya untuk makan … .
  2. Dari artikel Tegangan permukaan: Tegangan permukaan = F / L dimana :
    F = gaya (newton)
    L = panjang m).[sic]
    Usul perbaikan: Apabila F = gaya (newton) dan L = panjang (m), tegangan permukaan S dapat ditulis sebagai S = F / L.
    7. Di sini tampak bahwa “apabila” menggantikan posisi “di mana” (ditulis di kalimat asli sebagai “dimana”).
  3. Dari kalimat bahasa Inggris: Land which is to be planted only with rice … .
    Usul terjemahan: Lahan yang akan ditanami padi saja … .

Contoh-contoh lain silakan ditambahkan.

[sunting] Kata penghubung “sedangkan”
Kesalahan penggunaan kata penghubung yang juga sering kali terjadi adalah yang melibatkan kata “sedangkan”. “Sedangkan” adalah kata penghubung dua klausa berderajat sama, sama seperti “dan”, “atau”, serta “sementara”. Dengan demikian secara tata bahasa ia TIDAK PERNAH bisa mengawali suatu kalimat (tentu saja lain halnya dalam susastra!). Namun justru di sini sering terjadi kesalahan dalam penggunaannya. “Sedangkan” digunakan untuk mengawali kalimat, padahal untuk posisi itu dapat dipakai kata “sementara itu”.
Contoh: Dari harian Jawa Pos:
“Sebelumnya disebutkan, dalam pilgub Banten kali ini, 6.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.849.”
Usulan perbaikan 1:
“Sebelumnya disebutkan, dalam pilgub Banten kali ini ada 6.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap) sedangkan jumlah total TPS se-Banten ada 12.849.”
Usulan perbaikan 2:
“Sebelumnya disebutkan, dalam pilgub Banten kali ini ada 6.208.951 pemilih terdaftar dalam DPT (daftar pemilih tetap). Sementara itu, jumlah total TPS se-Banten ada 12.849.”

Contoh gabungan kata yang ditulis serangkai:
acapkali, adakalanya, akhirulkalam, alhamdulillah, astagfirullah, bagaimana, barangkali, bilamana, bismillah, beasiswa, belasungkawa, bumiputra, daripada, darmabakti, darmasiswa, dukacita, halalbihalal, hulubalang, kacamata, kasatmata, kepada, keratabasa, kilometer, manakala, manasuka, mangkubumi, matahari, olahraga, padahal, paramasastra, peribahasa, puspawarna, radioaktif, sastramarga, saputangan, saripati, sebagaimana, sediakala, segitiga, sekalipun, silaturahmi, sukacita, sukarela, sukaria, syahbandar, titimangsa, dan wasalam.

Kata yang sering salah dieja
Daftar ini disusun menurut urutan abjad. Kata pertama adalah kata baku menurut KBBI (kecuali ada keterangan lain) dan dianjurkan digunakan, sedangkan kata-kata selanjutnya adalah variasi ejaan lain yang kadang-kadang juga digunakan.
aktif, aktip
aktivitas, aktifitas
al Quran, alquran
analisis, analisa
Anda, anda
apotek, apotik (ingat: apoteker, bukan apotiker)
asas, azas
atlet, atlit (ingat: atletik, bukan atlitik)
bus, bis
besok, esok
diagnosis, diagnosa
ekstrem, ekstrim
embus, hembus
Februari, Pebruari
frekuensi, frekwensi
foto, Photo
gladi, geladi
hierarki, hirarki
hipnosis (nomina), menghipnosis (verba), hipnotis (adjektiva)
ibu kota, ibukota
ijazah, ijasah
imbau, himbau
indera, indra
indragiri, inderagiri
istri, isteri
izin, ijin
jadwal, jadual
jenderal, jendral
Jumat, Jum’at
kanker, kangker
karier, karir
Katolik, Katholik
kendaraan, kenderaan
komoditi, komoditas
komplet, komplit
konkret, konkrit, kongkrit
kosa kata, kosakata
kualitas, kwalitas, kwalitet
kuantitas, kwantitas
kuitansi, kwitansi
kuno, kuna
lokakarya, loka karya
maaf, ma’af
makhluk, mahluk, mahkluk (salah satu yang paling sering salah)
mazhab, mahzab
metode, metoda
mungkir, pungkir (Ingat!)
nakhoda, nahkoda, nakoda
narasumber, nara sumber (berlaku juga untuk kata belakang lain)
nasihat, nasehat
negatif, negatip (juga kata-kata lainnya yang serupa)
November, Nopember
objek, obyek
objektif, obyektif/p
olahraga, olah raga
orang tua, orangtua
paham, faham
persen, prosen
pelepasan, penglepasan
penglihatan, pelihatan; pengecualian
permukiman, pemukiman
perumahan, pengrumahan; baik untuk arti housing maupun PHK
pikir, fikir
Prancis, Perancis
praktik, praktek (Ingat: praktikum, bukan praktekum)
provinsi, propinsi
putra, putera
putri, puteri
realitas, realita
risiko, resiko
saksama, seksama (Ingat!)
samudra, samudera
sangsi (=ragu-ragu), sanksi (=konsekuensi atas perilaku yang tidak benar, salah)
saraf, syaraf
sarat (=penuh), syarat (=kondisi yang harus dipenuhi)
sekretaris, sekertaris
sekuriti, sekuritas [2]
segitiga, segi tiga
selebritas, selebriti
sepak bola, sepakbola
silakan, silahkan (Ingat!)
sintesis, sintesa
sistem, sistim
sorga, surga, syurga
subjek, subyek
subjektif, subyektif/p
Sumatra, Sumatera
standar, standard
standardisasi, standarisasi [5]
tanda tangan, tandatangan
tahta, takhta
teknik, tehnik
telepon, tel(f/p)on, telefon, tilpon
teoretis, teoritis (diserap dari: theoretical)
terampil, trampil
ubah (=mengganti), rubah (=serigala) — sepertinya kedua-duanya berlaku
utang, hutang (Ingat: piutang, bukan pihutang)
wali kota, walikota
Yogyakarta, Jogjakarta
zaman, jaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *