Penggunaan Tanda Hubing dan Tanda Pisah Pada Ejaan

Tanda Hubung (-)

  1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
    contoh:
    ….dia beli ba-
    ru juga.
    -Suku kata yang terdiri atas satu huruf tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada ujung baris.
    contoh:
    …. masalah i-
    tu akan diproses.
  2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata dan belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya ada pergantian baris.
    contoh:
    …. cara baru meng-
    ukur panas
    akhiran -i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
    contoh:
    ………mengharga-
    i pendapat.
  3. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
    contoh: anak-anak
    tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.
  4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
    contoh: p-e-n-g-u-r-u-s
  5. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
    bandingkan:
    ber-evolusi dengan be-revolusi
    dua puluh lima-ribuan (20×5000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (1×25000).
    Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah
    PN dengan di-PN-kan.
  6. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, dan (d) singkatan huruf kapital dengan imbulan atau kata.
    contoh:
    se-Indonesia
    hadiah ke-2
    tahun 50-an
    ber-SMA
    KTP-nya nomor 11111
    bom-V2
    sinar-X.
  7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
    Contoh:
    di-charter
    pen-tackle-an
    Sebagai lambang matematika untuk pengurangan (tanda kurang).

Tanda Pisah (—)

  1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
    contoh: Wikipedia Indonesia—saya harapkan—akan menjadi Wikipedia terbesar
    Dalam pengetikan karangan ilmiah, tanda pisah dinyatakan dengan 2 tanda hubung tanpa jarak.
    contoh: Medan—Ibu kota Sumut—terletak di Sumatera
  2. Tanda pisah menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih tegas.
    contoh:
    Rangkaian penemuan ini—evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom—telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
  3. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan atau di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’, atau ’sampai’.
    contoh:
    1919—1921
    Medan—Jakarta
    10—13 Desember 1999

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *