Penggunaan Tanda Titik Koma dan Titik Dua pada Ejaan

Tanda Titik Koma (;)

  1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
    contoh: malam makin larut; kami belum selesai juga.
  2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
    contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur, adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.

Tanda Titik Dua (:)

  1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
    contoh:
    yang kita perlukan, sekarang ialah barang-barang yang berikut: kursi, meja, dan lemari.
    Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan.
  2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
    contoh:
    Ketua : Hany Christoffer
    Wakil Ketua : Ricky Kurniawan Wenas
    Sekretaris : Maria Dewi Puspasari
    Wakil Sekretaris : Terry Rionaldy
    Bendahara : Lina Veronica
    Wakil bendahara : Marcel Lawinata
  3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
    contoh:
    Pak Erwin : “Jangan lupa perbaiki halaman bantuan Pak Guru!”
    Rexy : “Ya, Pak!”
  4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
    contoh:
    (i) Tempo, I (1971), 34:7
    (ii) Surah Yasin:9
    (iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi sudah terbit.
  5. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
    contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *