Gagasan Utama pada kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat pada dasarnya adalah kalimat tunggal yang salah satu fungsinya diperluas dan perluasannya itu membentuk sebuah pola klausa. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat klausa utama (klausa bebas) den klausa terikat. Dengan demikian, dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat gagasan utama dan gagasan bawahan (gagasan penjelas). Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa gagasan utama tidak selamanya berada pada klausa utama. Perhatikan keterangan berikut dengan baik.

  1. Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi keterangan, gagasan utama terdapat pada klausa utama yang merupakan induk kalimat.
    Contoh:

    • Ketika ayah pergi, ibu kesepian di rumah.
      GU: lbu kesepian.
    • Wati menyirami tanaman itu setiap hari supaya buahnya lebat.
      GU: Wati menyirami tanaman.
    • Aminah bahagia karena suaminya naik pangkat.
      GU: Aminah bahagia.
  2. Apabila anak kalimat merupakan perluasan fungsi objek (anak kalimat merupakan objek dari predikat verba transitif), gagasan utama terdapat pada anak kalimat.
    Contoh:

    • Presiden mengatakan bahwa pembangunan harus dilanjutkan.
      GU: Pembangunan harus dilanjutkan.
    • Mat Kemplo menceritakan bahwa kakeknya jatuh dari ayunan.
      GU: Kakeknya jatuh.
  3. Apabila anak kalimat merupakan pelengkap, gagasan utama terdapat pada induk kalimat.
    Contoh:

    • Saya berharap hal itu tidak akan terjadi.
      GU: Saya berharap.
    • Mereka lupa bahwa mereka harus melunasi pinjamannya pada akhir bulan ini.
      GU: Mereka lupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *