Pola dasar kalimat

Pola dasar kalimat mempersoalkan kelas kata (jenis kata) apa yang mendasari pembentukan kalimat inti. Di sini kita melihat kelas kata apa yang menduduki jabatan subjek dan kelas kata apa pula yang menduduki jabatan predikat.

Berdasarkan kelas kata yang menduduki fungsi S-P, dapat ditentukan pola dasar kalimat bahasa Indonesia sebagai berikut:

No. Subjek Predikat Contoh Kalimat

  1. Kata Benda Kata Kerja Ari menari.
    Satya dihukum.
  2. Kata Benda Kata Sifat Arsinta cantik.
    Togop malas.
  3. Kata Benda Kata Benda Hasahatan dokter.
    Bahrudin akuntan.
  4. Kata Benda Kata Tugas Ibu ke pasar.
    Kakek dari Sukabumi.

Catatan:
Pola dasar no.4 sebagaimana terlihat pada contoh kalimat di atas, seringkali tidak diterima sebagai kalimat yang baik dan benar. Kalimat contoh tersebut akan diterima sebagai kalimat yang baik dan benar apabila diubah menjadi sebagai berikut:

  • Ibu pergi ke pasar.
  • Kakek berasal dari Sukabumi. (atau)
  • Kakek datang dari Sukabumi.

Kalimat baku (standar) dipergunakan apabila kita berbahasa baku. Adapun ciri-ciri kalimat baku adalah sebagai berikut:

  1. menggunakan kata-kata baku
  2. menggunakan struktur baku (sesuai dengan kaidah morfologi dan sintaksis bahasa Indonesia)
  3. dalam ragam tulis, menggunakan ejaan baku (sesuai dengan Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan)
  4. dalam ragam lisan, menggunakan lafal baku (lafal yang tidak mencerminkan logat asing atau logat kedaerahan)

Contoh:

  1. Siapa yang bikin rumah itu? (tidak baku)
  2. Siapa yang membuat rumah ini? (baku)
  3. Rumahnya Udin yang catnya kuning. (tidak baku)
  4. Rumah Udin yang bercat kuning. (baku)
  5. Mudah2an dia lekas dalang (tidak baku)
  6. Mudah-mudahan dia lekas datang (baku)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *