Pengertian dan Jenis Kalimat

Bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan, sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. (Keraf, 1991: 185). Kalimat dapat dibedakan berdasarkan bermacam-macam hal sebagai berikut:

(1) Berdasarkan nilai informasinya, (sasaran atau tujuan yang akan dicapai) kalimat dibedakan atas:

  1. kalimat berita
  2. kalimat tanya
  3. kalimat perintah:
    • suruhan
    • ajakan
    • permintaan
    • larangan
  4. kalimat harapan
  5. kalimat pengandaian

(2) Berdasarkan diatesis, kalimat dibedakan atas:

  1. kalimat aktif (subjek melakukan perbuatan)
  2. kalimat pasif (subjek dikenai perbuatan)

(3) Berdasarkan urutan katanya, kalimat dibedakan atas:

  1. kalimat normal (subjek mandabului predikat)
  2. kalimat inversi (predikat mendahului subjek)

(4) Berdasarkan jumlah inti yang membentuknya, kalimat dibedakan atas:

  1. kalimat minor (hanya mengandung satu inti)
  2. kalimat mayor (mengandung lebih dari satu inti)

(5) Berdasarkan pola-pola dasar yang dimilikinya, kalimat dibedakan atas:

  1. kalimat inti
  2. kalimat luas (perluasan dari kalimat inti)
  3. kalimat transformasi (perubahan dari kalimat inti)

Ciri-ciri kalimat inti:

  • hanya terdiri atas dua kata
  • kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat (kata pertama menduduki jabatan subjek, kata kedua menduduki jabatan predikat)
  • urutannya adalah subjek mendahului predikat
  • intonasinya adalah intonasi berita yang netral

(6) Berdasarkan jumlah kontur yang terdapat di dalamnya, kalimat dibedakan atas:

  1. kalimat minim (hanya mengandung satu kontur)
  2. kalimat panjang (mengandung lebih dari satu kontur)

Kontur adalah bagian arus ujaran yang diapit oleh dua kesenyapan.
Contoh:
(i) # Pergi! #
(ii) # Berita daerah membangun # disiarkan TVRI # setiap hari #

Kalimat (i) adalah kalimat minim, sedangkan kalimat (ii) adalah kalimat panjang.

(7) Berdasarkan jumlah klausa yang terkandung di dalamnya, kalimat dibedakan atas:

  1. kalimat tunggal (kalimat yang hanya mengandung satu klausa/satu pola S-P)
  2. kalimat majemuk (kalimat yang mengandung lebih dari satu klausa/lebih dari satu pola S-P). Kalimat majemuk, berdasarkan hubungan antar klausanya dibedakan lagi atas:
  • (b. 1) kalimat majemuk setara:
  • setara menggabung
  • setara memilih
  • setara mempertentangkan
  • setara menguatkan
  • (b.2) kalimat majemuk bertingkat
  • (b.3) kalimat majemuk campuran
  • (b.4) kalimat majemuk rapatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *