Gaya Bahasa Pertentangan dalam Majas (Gaya Bahasa)

  1. Anakronisme adalah gaya bahasa yang mengandung uraian atau pernyataan yang tidak sesuai dengan sejarah atau zaman tertentu. Misalnya menyebutkan sesuatu yang belum ada pada suatu zaman.
    Contoh:
    Mahapatih Gadjah Mada menggempur pertahanan Sriwijaya dengan peluru kendali jarak menengah.
  2. Kontradiksio in terminis adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan, yakni apa yang dikatakan terlebih dahulu diingkari oleh pernyataan yang kemudian.
    Contoh:
    Suasana sepi, tak ada seorang pun yang berbicara, hanya jam dinding yang terus kedengaran berdetak-detik.
  3. Okupasi adalah gaya bahasa pertentangan yang mengandung bantahan dan penjelasan.
    Contoh:
    -Sebelumnya dia sangat baik, tetapi sekarang menjadi berandal karena tidak ada perhatian dari orang tuanya.
    -Ali sebenarnya bukan anak yang cerdas, namun karena kerajinannya melebihi kawan sekolahnya, dia mendapat nilai paling tinggi.
  4. Paradoks adalah gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan yang bertentangan, yang membentuk satu kalimat.
    Contoh:
    – Dengan kelemahannya, wanita mampu menundukkan pria.
    – Tikus mati kelaparan di lumbung padi yang penuh berisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *