Definisi – Pengertian Kata Jadian

Kata Jadian adalah kata yang telah mengalami gramatikalisasi. Gramatikalisasi dibagi menjadi 3 macam, yakni:

1. Proses Imbuhan (Afiksasi)

Kata dasar (morfem bebas) yang dilekatkan dengan afiks (morfem terikat) sehingga membentuk makna kata yang baru.
Contoh: per + tani + an = pertanian
Afiks `per-` dan `-an` adalah contoh morfem terikat, sedangkan kata `tani` adalah contoh morfem bebas.

Afiksasi dalam bahasa Indonesia dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Awalan (prefiks) afiks yang melekat di depan morfem bebas.
    Macam-macam prefiks: ber-, me(N)-, di-, pe(N)-, per, se-, memper-, diper-, pra-, manca-, antar-, adi-, dan lain-lain.
    Contoh kata: bermain, membaca, dipukul, pengarang, perlindungan, semacam, dll.
  2. Sisipan (infiks) afiks yang melekat di antara morfem bebas.
    Macam-macam infiks: -el-, -er-, dan -em-.
    Contoh kata: bergerigi (morfem bebasnya `gigi`), bergelembung (morfem bebasnya `gembung`), dll.
  3. Akhiran (sufiks) afiks yang melekat di belakang morfem bebas.
    Macam-macam sufiks: -an, -kan, -i, -wati, -wan, -man, -logi, -sasi, -if, -is, -iah, dan lain-lain.
    Contoh kata: mainan, ambilkan, sirami, karyawati, seniman, egois, alamiah, dll.

2. Proses Pengulangan Kata (Reduplikasi)

Kata dasar yang mengalami perulangan sehingga membentuk makna yang berbeda-beda.

Reduplikasi dibagi menjadi 4 jenis, yaitu:

  1. Kata ulang utuh (dwilingga) jenis kata ulang yang terjadi pada seluruh kata dasar.
    Contoh kata: rumah-rumah, anak-anak, murid-murid, dll.
  2. Kata ulang utuh berubah bunyi (dwilingga salin suara) bentuk perulangannya terjadi pada seluruh kata dasar tetapi terdapat fonem (huruf) yang berubah.
    Contoh kata: gerak-gerik, lauk-pauk, mondar-mandir, ramah-tamah, dll.
  3. Kata ulang sebagian (dwipurwa) bentuk perulangannya terjadi pada suku awal kata dasar.
    Contoh kata: lelaki, tetangga, sesuatu, leluhur, tetamu, dll.
  4. Kata ulang berimbuhan bentuk perulangannya mendapat imbuhan (afiks).
    Contoh kata: bermain-main, bersalam-salaman, tembak-menembak, rumah-rumahan, dll.

Catatan: kata kura-kura, ubur-ubur, cumi-cumi, tiba-tiba, lumba-lumba, atau kata lainnya yang menggunakan tanda hubung (-) dan memiliki makna oleh kata itu sendiri dinamakan kata ulang semu. Dan jenis ini tidak masuk ke dalam jenis kata ulang karena definisi kata ulang semu tidak sama dengan kata ulang (reduplikasi) sesuai dengan KBBI.

3. Permajemukan (Kata Majemuk)

Gabungan dua kata atau lebih yang berstatus sebagai kata yang berdiri sendiri sesuai dengan kata yang digabungkan. Kata majemuk juga bisa disebut sebagai frasa.

Kata majemuk dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:
a. Kata majemuk setara – memiliki kedudukan kelas kata yang sama.
Contoh kata: kursi tamu, hancur lebur, majalah wanita, dll.
KB KB KK KK KB KB
b. Kata majemuk bertingkat (tak setara) – memiliki kedudukan kelas kata yang berbeda.
Contoh kata: gadis belia, meja makan, siswa teladan, delapan ekor, dll.
KB KS KB KK KB KS K Bil. KB
c. Kata Idiomatis atau ungkapan – memiliki makna yang baru.
Contoh kata: panjang tangan >> bukan tangannya panjang melainkan suka mencuri,
keras kepala >> bukan kepalanya keras seperti batu melainkan egois,
besar mulut >> bukan mulutnya besar melainkan suka membual (pembohong),
dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *