Multi Peran dan Tugas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

Tugas guru dalam menjalankan profesi kependidikan yang teramat luas, termasuk di dalamnya tugas guru sebagai pendidik dan sebagai pengajar. Akan tetapi, muara tugas utama kedua peran tersebut terjadi pada arena proses pembelajaran, yaitu upaya guru dalam menciptakan situasi interaksi pergaulan sosial dengan merekayasa lingkungan yang kondusif bagi terjadinya perkembangan optimal pserta didik.

Guru memainkan multiperan dalam proses pembelajaran yang diselenggarakan dengan tugas yang amat bervariasi. Ia berperan sebagai manajer, pemandu, organisator, koordinator, fasilitator,, komunikator, dan motivator proses pembelajaran.
7 Peran dan Tugas Guru dalam proses pembelajaran ( Abin Syamsuddin: 1999):

  1. Sebagai konservator ( pemelihara ). Guru bertugas memelihara sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan. Dalam sistem pembelajaran, guru merupakan figur bagi peserta didik dalam memelihara sistem nilai. Dengan perannya sebagai konservator, guru sekaligus menjadi inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikaji dalam sistem pembelajaran itu.. Jadi guru bertugas bukan hanya memelihara sistem nilai tetapi juga mengembangkannya kepada tataran yang lebih luas dan lebih maju.
  2. Sebagai Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai. Guru selayaknya meneruskan sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik. Dengan demikian sistem nilai tersebut dimungkinkan akan diwariskan kepada peserta didik sebagai generasi yang akan melanjutkan sistem nilai tersebut. Kesinambungan sistem nilai itu merupakan bagian dari pelaksanaan sistem pendidikan.
  3. Sebagai Transformator (penerjemah) sistem-sistem nilai. Guru bertugas menerjemahkan sstem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadi dan perilakunya. Lewat proses interaksinya dengan peserta didik diharapkan pula sistem-sistem nlai tersebut menjelma dalam pribadi peserta didiknya.
  4. Sebagai Perencana (planner). Guru bertugas mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses pembelajaran. Ia harus membuat rencana pembelajaran yang matang. Guru merencanakan proses pembelajaran muai dari perumusan tujuan pembelajaran, merencanakan strategi proses operasional pembelajaran, dan merencanakan strategi evaluasi. yang meliputi evaluasi program, proses, dan hasilnya.
  5. Sebagai Manajer Proses Pembelajaran. Guru bertugas mengelola proses operasinal pembelajaran, mulai dari mempersiapkan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi prpses pembelajaran. Di sini ditentukan siapa yang harus terlibat dalam proses pembelajaran serta sejauh mana tingkat keterlibatannya.. Semua unsur yang diperkirakan menunjang atau menghambat berhasilnya proses pembelajaran dikelola sesuai dengan kondisi objektifnya masing-masing.
  6. Sebagai Pemandu (Director). Guru bertugas menunjukkan arah dan tujuan pembelajaran kepada peserta didik. Kegiatan ini bukan saja memperjelas arah kegiatan belajar peserta didik tetapi juga menjadi motivator bagi mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirancang, baik oleh guru maupun dirancanng bersama anak didik.
  7. Sebagai Organisator (penyelenggara). Guru bertugas mengorganisasikan seluruh kegiatan pembelajaran. Guru bertugas menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggrakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana. Ia bertindak sebagai nara sumber, konsultan, pemimpin, yang bijaksana dalam arti demokratis dan humoris ( manusiawi ) selama proses pembelajaran berlangsung. Tugasnya juga berupaya menciptakan proses pembelajaran yang edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal ( kepada pihak yang mengangkat dan menugasinya ) maupun secara moral ( kepada peserta didik serta Tuhan yang menciptakannya ).
  8. Sebagai Komunikator, guru bertugas mengkomunikasikan murid dengan berbagai sumber belajar. Pekerjaannya antara lain memberikan informasi tentang buku sumber yang digunakan, tempat belajar yang kondusif, bahkan mungkin sampai menginformasikan nara sumber lain yang ditugasi jika diperlukan.
  9. Sebagai Fasilitator, Guru bertugas menyediakan kemudahan-kemudahan belajar bagi siswa, seperti memberikan informasi tentang cara belajar yang efektif, menyediakan buku sumber yang cocok, memberikan sumbangan pemikiran dalam pemecahan masalah dan pengembangan diri peseta didik, dan lain-lainnya.
  10. Sebagai Motivator. Guru bertugas memberikan dorongan belajar sehingga muncul hasrat yang tinggi untuk belajar secara intrinsik. dalam proses pembelajaran, dorongan yang diberikan mungkin berupa penghargaan seperti pujian, bahkan seandainya diperkirakan hasilnya akan positif hukumanpun dapat dilakukan dengan catatan tidak memberikan hukuman fisik seperti menampar, menjemur, dan sebagainya.
  11. Sebagai Penilai (evaluator). Guru bertugas mengidentifikasi, mengumpulkan menganalisa, menafsirkan data yang valid, reliabel, dan objektif, dan akhirnya harus memberikan pertimbangan atas tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai program, proses, maupun hasil (produk). Evaluasi terhadap produk selain berguna untuk bahan pertimbangan dalam membuat keputusan, juga bermanfaat sebagai umpan balik bagi proses dan masukan serta tindak lanjut.
995035812013736427 5941045587646925435?l=gurukapuas.blogspot Multi Peran dan Tugas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *